Bismillahirrahanirrahim.
Cuaca selepas hujan adalah masa yang paling terbaik untuk menulis. Mengimbau kembali sejarah Islam yang penuh kegemilangan. Idea datang menyelinap masuk ke dalam diri ini setelah mengamati udara segar sesudah hujan rahmat yang Allah kurniakan.
Entri kali ini , penulis nak menyentuh mengenai 'sejarah'. Perkataan ini membawa maksud catatan atau rekod mengenai sesuatu peristawa yang berlaku pada masa dahulu. Lumrah bagi setiap manusia untuk memiliki sejarah sendiri. Jadi, banyaklah jenis sejarah yang boleh dikategorikan. Baik, buruk, sedih, gumbira, dan kosong. Semuanya terpulang kepada seseorang itu untuk menilai, apakah jenis sejarah mereka.
Namun, perkara yang penulis mahu tekankan disini ialah, bukan hendak menceritakan sejarah saya, atau sesiapa, tetapi, penting untuk kita belajar daripada peristawa lepas, kerana ianya adalah suatu pengalaman.
Orang-orang kita selalu mengungkapkan 'yang sudah tu sudah la'..
Jika menyingkap semula sejarah Penaklukan Kota Konstinopel oleh Sultan al-Fateh. Salah satu faktor yang menyumbang kepada kemenangan penaklukan adalah belajar daripada sejarah silam. Sultan al-Fateh mengimbau kembali sejarah pemerintah sebelum beliau. Sebanyak 12 kali cubaan umat Islam berusaha untuk menakluk, namun, menemui kegagalan.
Itu Sultan al-Fateh, bagaimana pula kita? Nah, ini yang perlu kita muhasabahkan.
Dalam al-Quran banyak menyentuh tentang kisah-kisah nabi dengan umatnya. Semuanya adalah sebagai rekod pengajaran buat umat kini.
Ada sejarah yang perlu kita ulang, dan ada sejarah yang kita perlu elak daripada berulang.
Sebagaimana peringatan dalam FirmanNya :
Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): "Bukankah Aku tuhan kamu?" Mereka semua menjawab: "Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi". Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: "Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini". - Mukjizat Kitab SUCI Al-Quran Surah Al-A'raf ayat 172.
Jangan yang sudah itu tinggal jadi kenangan, tetapi jadikan yang sudah itu sebagai penyudah.
Penyudah matlamat kita.
Apa-apa pun matlamat kita, singkaplah sejarah. Ingin menjadi pelajar terbaik? Usahawan yang berjaya? Pemimpin yang reputasi cemerlang? Beleklah sejarah.
"Betapa melalui sejarah, kita akan dapat mempelajari tentang peraturan Allah ke atas alam dan kehidupan ini. Dengan nilai ini, sejarah silam menghubungkan masa depan"-ibnu Khaldun
'Ibrah Cafe
IBRAH UNTUK SEMUA
Sunday, 27 January 2013
Friday, 8 June 2012
Ibrah : Geng2 Hambe
Bismillahirrahmanirrahim...
-Syukur hari ini menjadi satu kejayaan buat manusia yg masih lagi menghirup udara Allah serta buat diri hambe,bahawa kita telah pun berjaya meneruskan pernafasan sejak kecil lagi. Tahniah, hambe ucapkan !
^^, kalau xde usaha nak bernafas, kita xkan berjaya hidup hari ini k...
-Keheningan malam yang dituip sepoi oleh sang bayu,, Ibrah Cafe hari ini dinikmati Menikmati air cocktail , dihidangi pula sepinggan chicken chop , diharumi lagi aroma black pepper , tiba terlintas disanubari nak berpuisi pula. Teringat akan sahabat. Jadi,, buat geng2 hambe,, moh kita hayati puisi ni jap..
Sahabat..
Mengapa bola hidupmu
dulunya bulat menggentel
sekarang kempis meleper?
Sahabat
bukan kubenci angin perubahan
keluar masuk
ke ruang udara identiti mu
tapi
cuma kalut aku
akan perbezaan itu
kalau sekalipun kuat melantun
atau kelesuan kaku terhampar
aku tetap aku
tidak menyepak menendangmu
kerana
bukan aku sang pemain
dan kita tetap bersahabat
selagi kau bernama bola
sama seperti aku
Takkan kupandang
terik kempismu !
Faham x??? haha
Ibrah yang hambe boleh kongsikan pada entry kali ini,,
-Tak kisah kawan kite mcam mana sekali perangai mereka, asal kita tidak melenting balik.
-Jangan la makan kawan, orang kate,, kawan x mau lawan..
-Kepada yang si kawan ni pula, terima hambe seadanya ok.. ^^
Jadilah sahabat yang Bijak persis Abu Bakar. Berani umpama Umar Al Khattab. Baik macam Usman Affan. Setia bak Ali Abu Talib...
InsyaALLAH..
-Syukur hari ini menjadi satu kejayaan buat manusia yg masih lagi menghirup udara Allah serta buat diri hambe,bahawa kita telah pun berjaya meneruskan pernafasan sejak kecil lagi. Tahniah, hambe ucapkan !
^^, kalau xde usaha nak bernafas, kita xkan berjaya hidup hari ini k...
-Keheningan malam yang dituip sepoi oleh sang bayu,, Ibrah Cafe hari ini dinikmati Menikmati air cocktail , dihidangi pula sepinggan chicken chop , diharumi lagi aroma black pepper , tiba terlintas disanubari nak berpuisi pula. Teringat akan sahabat. Jadi,, buat geng2 hambe,, moh kita hayati puisi ni jap..
Sahabat..
Mengapa bola hidupmu
dulunya bulat menggentel
sekarang kempis meleper?
Sahabat
bukan kubenci angin perubahan
keluar masuk
ke ruang udara identiti mu
tapi
cuma kalut aku
akan perbezaan itu
kalau sekalipun kuat melantun
atau kelesuan kaku terhampar
aku tetap aku
tidak menyepak menendangmu
kerana
bukan aku sang pemain
dan kita tetap bersahabat
selagi kau bernama bola
sama seperti aku
Takkan kupandang
terik kempismu !
Faham x??? haha
Ibrah yang hambe boleh kongsikan pada entry kali ini,,
-Tak kisah kawan kite mcam mana sekali perangai mereka, asal kita tidak melenting balik.
-Jangan la makan kawan, orang kate,, kawan x mau lawan..
-Kepada yang si kawan ni pula, terima hambe seadanya ok.. ^^
Jadilah sahabat yang Bijak persis Abu Bakar. Berani umpama Umar Al Khattab. Baik macam Usman Affan. Setia bak Ali Abu Talib...
InsyaALLAH..
Wednesday, 14 March 2012
Ibrah : Untuk Mu Kader Dakwah
Selalu, dalam sebuah peristiwa besar,
hanya sedikit orang yang menggerakkannya.
Merekalah pelaku sejarah.
Merekalah yang sadar akan skenario cerita.
Merekalah yang mampu melihat akhir sebuah proses.
Maka merekalah yang memutar biduk kehidupan.
Dan KITA adalah MEREKA!
Kita berbeda bukan karena kita lebih mulia.
Kita berbeda bukan karena kita lebih utama.
Kita berbeda karena perbedaan tersebut adalah pilihan,
dan kita telah memilih!
Apa yang kita pilih??
Kita memilih untuk bersama keimanan.
Kita memilih untuk berhimpun dalam ketaatan.
Kita memilih untuk bergerak dalam satu aturan.
Kita memilih Islam untuk kehidupan.
Kita memilih:
Allah Ghoyatuna,
Muhammad Qudwatuna,
Alquran Dusturuna, Al Jihaad Sabiiluna,
Al Mautu Fii Sabiilillah Asma Amaaniina.
Tingginya antusiasme masyarakat,
dari sekadar simpati, sampai menyatakan dukungannya terhadap partai dakwah, menandakan partai dakwah saat ini adalah sebuah kekuatan baru. Bukan (sekadar) kekuatan alternatif. Jika para pemegang kekuasaan itu tidak kuat-kuat memegang amanah karena orientasi/niat yang telah berubah, maka mulai saat itu fitnah telah terjadi pada kekuasaan. Kemenangan maupun kekalahan tidak identik dengan perencanaan. Terkadang kemenangan itu datangnya lebih cepat dari skenario yang kita rencanakan, begitu juga sebaliknya. Sehingga para kader dakwah jangan terlena dengan kondisi yang ada saat ini.
Waspada, dan berhati-hatilah!
Mereka yang memperturutkan hawa nafsunya telah digambarkan oleh Syaikh Ibnu Taimiyah, “Ia tertarik kepada kehormatan dan kepemimpinan, lalu ia suka kepada perkataan yang batil dan benci kepada perkataan yang benar. Ia diperbudak oleh orang yang memujinya walaupun pujian itu batil, sedangkan ia memusuhi orang yang mencelanya walaupun celaan itu benar.
Mereka menjalankan dakwah di atas budaya sloganistik, basa-basi bahasa dan mengikuti arus belaka. Dalam waktu yang sama pasti akan terjadi perpecahan internal, persaingan antar aktivis, dan pengkhianatan. Mereka justru menunggangi ummat walau berteriak, “Semua demi Ummat!”. Na’udzubillahimindzaalik…
Bukan bendera-bendera kecil berkibar yang akan memperkenalkan manusia pada dakwah. Bukan pula slogan-slogan kosong di mimbar-mimbar. Namun, gerak langkah dan setiap desiran jiwa yang dipenuhi dzikrullah nan bercahaya. Qudwah, Uswah, yang memesonakan setiap mata dan perlahan akan menarik mereka ke dalam dakwah laksana laron mengelilingi pelita.
Waspadai virus “narsist” hizb yang menjurus pada riya’ dan sombong.
Apakah tidak cukup Sejarah Perang Uhud menjadi pelajaran bagi kita?
Disorientasi tujuankah?
Sehingga ghanimah lebih menyilaukan mata?
Dengan kekuatan dan jumlah yang lebih besar dibanding Perang Badar?
Ataukah kita adalah salah satu dari pembangkang perintah Qiyadah dan Jama’ah?
Sehingga terkorbankan di medan laga. Mati sia-sia.
Jangan sampai sejarah Perang Uhud terulang kembali.
Kita berharap, kita adalah salah satu dari mereka yang tidak terlena dengan kilauan harta, tahta, dan wanita; tetap tho’at kepada Allah dan Rasulnya; dan senantiasa memegang teguh Asholah Dakwah.
“Allah telah menetapkan, Aku dan Rasul-Ku pasti menang. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Qs. Al Mujadilah: 21)
ISTIQOMAH!
Ini adalah amanah Allah, amanah Ummat, dan Jama’ah.
Ketika ikhwah tidak istiqomah, walaupun ruhiyahnya tetap terjaga,
cepat atau lambat ia akan masuk perangkap
yang menjerumuskannya ke dalam jurang kesesatan.
Sebab,
fitnah-fitnah kekuasaan hadir ketika kita tidak lagi konsisten dengan yang diperjuangkan.
Kembali ke pangkuan tarbiyah…
Lets back to Asholah..!!
Bersiaplah untuk MENANG, dan tetap “WASPADA”!
hanya sedikit orang yang menggerakkannya.
Merekalah pelaku sejarah.
Merekalah yang sadar akan skenario cerita.
Merekalah yang mampu melihat akhir sebuah proses.
Maka merekalah yang memutar biduk kehidupan.
Dan KITA adalah MEREKA!
Kita berbeda bukan karena kita lebih mulia.
Kita berbeda bukan karena kita lebih utama.
Kita berbeda karena perbedaan tersebut adalah pilihan,
dan kita telah memilih!
Apa yang kita pilih??
Kita memilih untuk bersama keimanan.
Kita memilih untuk berhimpun dalam ketaatan.
Kita memilih untuk bergerak dalam satu aturan.
Kita memilih Islam untuk kehidupan.
Kita memilih:
Allah Ghoyatuna,
Muhammad Qudwatuna,
Alquran Dusturuna, Al Jihaad Sabiiluna,
Al Mautu Fii Sabiilillah Asma Amaaniina.
Tingginya antusiasme masyarakat,
dari sekadar simpati, sampai menyatakan dukungannya terhadap partai dakwah, menandakan partai dakwah saat ini adalah sebuah kekuatan baru. Bukan (sekadar) kekuatan alternatif. Jika para pemegang kekuasaan itu tidak kuat-kuat memegang amanah karena orientasi/niat yang telah berubah, maka mulai saat itu fitnah telah terjadi pada kekuasaan. Kemenangan maupun kekalahan tidak identik dengan perencanaan. Terkadang kemenangan itu datangnya lebih cepat dari skenario yang kita rencanakan, begitu juga sebaliknya. Sehingga para kader dakwah jangan terlena dengan kondisi yang ada saat ini.
Waspada, dan berhati-hatilah!
Mereka yang memperturutkan hawa nafsunya telah digambarkan oleh Syaikh Ibnu Taimiyah, “Ia tertarik kepada kehormatan dan kepemimpinan, lalu ia suka kepada perkataan yang batil dan benci kepada perkataan yang benar. Ia diperbudak oleh orang yang memujinya walaupun pujian itu batil, sedangkan ia memusuhi orang yang mencelanya walaupun celaan itu benar.
Mereka menjalankan dakwah di atas budaya sloganistik, basa-basi bahasa dan mengikuti arus belaka. Dalam waktu yang sama pasti akan terjadi perpecahan internal, persaingan antar aktivis, dan pengkhianatan. Mereka justru menunggangi ummat walau berteriak, “Semua demi Ummat!”. Na’udzubillahimindzaalik…
Bukan bendera-bendera kecil berkibar yang akan memperkenalkan manusia pada dakwah. Bukan pula slogan-slogan kosong di mimbar-mimbar. Namun, gerak langkah dan setiap desiran jiwa yang dipenuhi dzikrullah nan bercahaya. Qudwah, Uswah, yang memesonakan setiap mata dan perlahan akan menarik mereka ke dalam dakwah laksana laron mengelilingi pelita.
Waspadai virus “narsist” hizb yang menjurus pada riya’ dan sombong.
Apakah tidak cukup Sejarah Perang Uhud menjadi pelajaran bagi kita?
Disorientasi tujuankah?
Sehingga ghanimah lebih menyilaukan mata?
Dengan kekuatan dan jumlah yang lebih besar dibanding Perang Badar?
Ataukah kita adalah salah satu dari pembangkang perintah Qiyadah dan Jama’ah?
Sehingga terkorbankan di medan laga. Mati sia-sia.
Jangan sampai sejarah Perang Uhud terulang kembali.

Kita berharap, kita adalah salah satu dari mereka yang tidak terlena dengan kilauan harta, tahta, dan wanita; tetap tho’at kepada Allah dan Rasulnya; dan senantiasa memegang teguh Asholah Dakwah.
“Allah telah menetapkan, Aku dan Rasul-Ku pasti menang. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Qs. Al Mujadilah: 21)
ISTIQOMAH!
Ini adalah amanah Allah, amanah Ummat, dan Jama’ah.
Ketika ikhwah tidak istiqomah, walaupun ruhiyahnya tetap terjaga,
cepat atau lambat ia akan masuk perangkap
yang menjerumuskannya ke dalam jurang kesesatan.
Sebab,
fitnah-fitnah kekuasaan hadir ketika kita tidak lagi konsisten dengan yang diperjuangkan.
Kembali ke pangkuan tarbiyah…
Lets back to Asholah..!!
Bersiaplah untuk MENANG, dan tetap “WASPADA”!
Wednesday, 25 January 2012
Kapitalis Si Penjajah !
Maafkan
kalau tulisan kali ini agak longgar dalam mengulas suatu topik yang agak
berat memandangkan ini merupakan percubaan pertama saya dalam mengupas
isu yg agak besar seperti ini. Maafkan saya juga anda topik ini bukanlah satu
topik favorite untuk di perkatakan berbanding cerita-cerita hiburan, gossip
artis dan sebagainya.
Well,
something that we need to know doesn't always the things that we like isn't it?
Apakah yang dimaksudkan dengan Kapitalis
(capitalism)?
Merujuk
kepada Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka Edisi 4:
1. orang (golongan) yg mempunyai modal (utk pelaburan dlm perniagaan, perusahaan, dsb); faham ~ kapitalisme; negara ~ negara yg menganut (berasaskan) kapitalisme; 2. orang yg menyokong kapitalisme.
1. orang (golongan) yg mempunyai modal (utk pelaburan dlm perniagaan, perusahaan, dsb); faham ~ kapitalisme; negara ~ negara yg menganut (berasaskan) kapitalisme; 2. orang yg menyokong kapitalisme.
Rasanya
semua dah tahu dan sedia maklum apa itu yang dikatakan KAPITALISME maka tak
perlulah saya ulas panjang lebar pasal ini. Namun kepada yang mungkin masih
belum faham atau samar-samar maka bolehlah di katakan dalam bahasa mudah bahawa
sistem kapitalis itu ialah satu bentuk pemerintahan baru dengan menjadikan
ekonomi sebagai senjata dimana ia dikuasai oleh beberapa individu yang kaya
memiliki kapital paling besar yang menyokong pasaran bebas, tanpa apa-apa
perancangan terpusat bagi merealisasikan impian 'mereka' untuk mewujudkan 'One
World Government'. Walaupun, secara zahir zahirnya nampak seperti
kebanyakan perusahaan gergasi tidak lagi dimiliki oleh seorang individu, namun
ianya masih digerakkan oleh pejabat perusahaan atau kerajaan sesuatu negara.
Dan mereka ini boleh melakukan apa sahaja. Ianya mula diperkenalkan di Eropah
setelah kejatuhan sistem Feudal dan kini menjadi amalan hampir setiap pelusuk
dunia menyaksikan bermulanya penindasan demi penindasan terhadap kaum miskin.
Seperti pada abad ke-17 dan ke-18 di Eropah, sebuah kelas pekerja yang tidak
memiliki tanah telah ditaklukkan kepada bentuk pengeksploitasian yang baru,
iaitu 'pekerjaan bergaji'.
Serangan ke atas Tauhid bermula
Sistem
yang sama juga digunakan sebagai senjata untuk melemahkan umat islam setelah
gagal memerangi umat islam dan tentera-tentera Salahuddin al-Ayyubi pada
peristiwa perang salib yang memakan masa ratusan tahun. Kemasukan British
ditanah melayu mula memperkenalkan sistem kapitalis dengan memperkenalkan
wang kertas dan skim gaji kepada imam-imam masjid sekali pandang nampak
sebagai satu usaha murni yang sangat positif tetapi sebenarnya menjadi satu
titik tolak dimana institusi agama sedikit demi sedikit jadi lemah dan terus
lemah sehingga pada satu tahap boleh mereka pijak-pijakkan tanpa perlu menggunakan
kaki mereka sendiri. Halusnya tipu-daya mereka ini mengingatkan saya kepada
tipu-daya Iblis pada "Kisah seorang Abid, Syaitan dan
sebatang pokok".
Ini
kerana mereka tahu sumber kekuatan orang islam. Mereka tahu kerana mereka
pernah berdepan dengannya beratus-ratus tahun dahulu dan mereka tidak mampu
menanganinya. Apa sumber kekuatan orang Islam? Iaitu iman yakin terhadap Allah
s.w.t. Jadi satu bentuk penjajahan baru dirancang lebih 700 tahun dahulu untuk
memerangi umat islam dari dalam dalam rangka menjadikan umat islam hari ini
seperti 'tapai'. Zahirnya sahaja nampak seperti ubi, tetapi bukan lagi
seperti ubi.
Ahli-ahli
agama (sebahagiannya) tidak lagi berani menegakkan yang Haq akibat tidak mampu
menanggung tekanan dari segi takut kehilangan pekerjaan, pangkat, mata
pencarian dan sebagainya secara tidak langsung menjadikan tujuan utama dalam
menegakkan agama Allah dan memperjuangkannya bukan lagi semata-mata kerana
Allah tetapi untuk mendapatkan 'gaji' bagi menyara keluarga adalah satu yang
lebih utama. Penyanyi-penyanyi nasyid (sebahagiannya) yang katanya berdakwah
melalui lagu berjuang memerangi cetak rompak. Video-video ceramah ustaz (sebahagiannya)
di letakkan notice "Dapatkan yang original dari pengedar SAH
sahaja" dan sebagainya. Sangat ironi bukan? Jika dakwah adalah tujuan
utama, apa bezanya mereka mendapatkan yg original ataupun yang cetak rompak?
Nah... inilah kesan penjajahan minda sistem kapitalis terhadap mentaliti umat
Islam akhir zaman apabila wang ringgit mengatasi segala sesuatu.
Daripada
Abu Hurairah ra. berkata:
Rasulullah
saw. hersabda;
"Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat darIpada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt. Berfirman kepada mereka, "Apakah kamu tertipu dengan kelembutan Ku?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepada Ku?. Demi kebesaran Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim ( cendikiawan ) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu)".
H.R Termizi
"Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat darIpada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt. Berfirman kepada mereka, "Apakah kamu tertipu dengan kelembutan Ku?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepada Ku?. Demi kebesaran Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim ( cendikiawan ) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu)".
H.R Termizi
Lafaz
yang sering kita dengar seperti "Zaman sekarang apa yang tak boleh beli
dengan duit?" merupakan salah satu produk hasil dari sistem kapitalis.
Dalam tak
sedar membuatkan kita kembali hidup dalam 'sistem kasta' apabila gelaran
dan pangkat diperkenalkan. Tidak kira kerani, pengurus, pengarah sehinggalah
menteri sekalipun mereka semua hanyalah merupakan boneka kepada invisible hands
yang menguasai dunia dengan kuasa ekonomi mereka. Lihat sahaja dulu di masa
semua matawang adalah kukuh. Tetapi Britain, pada tahun 1966 telah turunkan
nilai Pound British. Malaysia telah rugi banyak kerana simpanan (reserve) kita
adalah dalam matawang Pound. Pada satu masa Pound yang bernilai Ringgit
Malaysia 8.30 telah turun kepada Ringgit Malaysia 3.60. Lihat bagaimana
kapitalis memerintah malaysia tanpa mengira siapapun Perdana Menteri kita?
New World Order - One World Government
Pernahkah
anda tanya kenapa sistem wang kertas diperkenalkan? Dan kenapa kini dunia
cuba mengalihkan anda kepada 'watawang digital'? Online banking, Credit
Card, Paypal, electronic Cash, e-gold dan sebagainya meluaskan lagi penguasaan
'mereka' terhadap manusia. Jika dulu manusia bekerja untuk mereka bagi
mendapatkan 'kertas', kini lebih teruk apabila apa yang dikejarkan hanyalah
nilai-nilai digit digital yang langsung tak dapat nak dipegang. Segala rekod
dan transaksi di kontrol sepenuhnya oleh mereka membuatkan pengeksploitasian golongan-golongan
ini terhadap manusia jadi lebih mudah. Dengan 1 minit mereka boleh menjatuhkan
ekonomi sesebuh negara dengan 1 baris arahan pada sistem komputer membuahkan
negara tersebut berhutang beratus tahun dengan bank dunia. Sistem yang sama
membuatkan hampir kesemua umat islam kini tidak boleh lari dari terjerumus
kedalam riba'. Tidak akan ada seorang pun terkecuali!
Daripada Abu Hurairah r.a. berkata,
Rasulullah saw. Bersabda,
“Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya”.
Hadis Riwayat Ibnu Majah
Hadis sabda Rasulullah s.a.w. ini jelas di hadapan mata kita pada hari ini. Pinjaman rumah, pinjaman kereta, pinjaman motorsikal, pinjaman pendidikan, pinjaman peribadi dan bermacam lagi. Bagaimana jika ianya dibuat dengan sistem perbankan Islam atas nama persetujuan Mudharabah?
Daripada Abu Hurairah r.a. berkata,
Rasulullah saw. Bersabda,
“Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya”.
Hadis Riwayat Ibnu Majah
Hadis sabda Rasulullah s.a.w. ini jelas di hadapan mata kita pada hari ini. Pinjaman rumah, pinjaman kereta, pinjaman motorsikal, pinjaman pendidikan, pinjaman peribadi dan bermacam lagi. Bagaimana jika ianya dibuat dengan sistem perbankan Islam atas nama persetujuan Mudharabah?
Perbankan Islam
Teringat
saya pada statement seorang ustaz yang menjawab soalan dan memberikan penerangan
tentang isu Kad Kredit dan pinjaman bank dengan perbankan Islam di radio
IKIM beberapa hari lepas (kalau tak silap hari Rabu, 21 Sept), katanya
selepas menerangkan perihal 'pembelian dan penjualan semula saham' yang diguna
pakai; "...saya sendiri sebenarnya tak berapa selesa dengan perkara ini
tetapi saya menghormati kesepakatan ulamak dalam isu ini yang mengatakan
hukumnya adalah 'harus'.."
Setelah terjumpa dengan video ini, baru saya faham apa yang menyebabkan ustaz tersebut 'tidak selesa'.
Setelah terjumpa dengan video ini, baru saya faham apa yang menyebabkan ustaz tersebut 'tidak selesa'.
Namun terdapat
perbezaan pendapat dalam perkara ini dan saya sendiri tak menyarankan pembaca
untuk mengikut mana-mana pendapat kerana saya bukanlah ahli dalam bidang ini.
Rujuklah kepada yang lebih arif.
Kadar
Inflasi dan riba' pada sistem duit kertas (matawang kapitalis) membuatkan
manusia bekerja dengan lebih gigih dari sebelumnya bagi memastikan tahap
kehidupan yang lebih selesa. Kita akan terus-terusan mengejar dunia sehingga
leka dan terlupa bahawa kita juga perlu mencari bekalan untuk akhirat. Dan
sebagai 'jaminan' kita simpan pula wang kertas yang jerih kita kumpul dengan
bekerja siang dan malam untuknya kononnya untuk kegunaan waktu sesak dan bagi
mendapatkan sedikit faedah dari simpanan tersebut supaya dimasa akan datang
nilainya akan jadi lebih bertambah. Benarkah? Sedarkah anda bahawa kertas
yang kita simpan itu makin menyusut nilainya setiap tahun? Sedarkah anda dengan
menyimpan duit di bank sebenarnya anda makin rugi tak kira berapa besarpun
keuntungan yang dijanjikannya?
Saya bagi contoh. Jika tahun 2002 dahulu kita simpan RM10,000 dalam ASB. Dan katakanlah dari 2002 sampai 2011 keuntungan average adalah fix 10% (huih! tinggi kan? :)) menjadikan jumlah pelaburan anda dari RM10,000 menjadi Rm23,579 tanpa berbuat apa-apa! Wow! 9 tahun peram untung lebih dari RM13K! Nanti dulu... Benarkah anda untung RM13K?? SALAH! Sebenarnya anda rugi lebih dari separuh duit anda yang telah anda simpan 9 tahun yang lalu. Bagaimana ia boleh berlaku?
Pada tahun 2002 nilai 1 Ounce emas adalah Rm1,122/oz. Jadi dengan duit RM10,000 pada masa itu anda mampu memiliki hampir 9 ounce emas. Tatapi walaupun pada tahun 2011 nilai simpanan anda telah meningkat kepada RM23,500 lebih namun jumlah itu hanya mampu membeli tak lebih dari 4 ounce emas kerana nilai 1 ounce emas sekarang adalah RM5,858/oz. (Saya akan ulas lagi mengenai perkara ini secara lebih terperinci dalam artikel lain insyaAllah.)
Saya bagi contoh. Jika tahun 2002 dahulu kita simpan RM10,000 dalam ASB. Dan katakanlah dari 2002 sampai 2011 keuntungan average adalah fix 10% (huih! tinggi kan? :)) menjadikan jumlah pelaburan anda dari RM10,000 menjadi Rm23,579 tanpa berbuat apa-apa! Wow! 9 tahun peram untung lebih dari RM13K! Nanti dulu... Benarkah anda untung RM13K?? SALAH! Sebenarnya anda rugi lebih dari separuh duit anda yang telah anda simpan 9 tahun yang lalu. Bagaimana ia boleh berlaku?
Pada tahun 2002 nilai 1 Ounce emas adalah Rm1,122/oz. Jadi dengan duit RM10,000 pada masa itu anda mampu memiliki hampir 9 ounce emas. Tatapi walaupun pada tahun 2011 nilai simpanan anda telah meningkat kepada RM23,500 lebih namun jumlah itu hanya mampu membeli tak lebih dari 4 ounce emas kerana nilai 1 ounce emas sekarang adalah RM5,858/oz. (Saya akan ulas lagi mengenai perkara ini secara lebih terperinci dalam artikel lain insyaAllah.)
Kenapa
perbandingan perlu dibuat dengan emas? kenapa tak bandingkan dengan harga 1 tan
kelapa sawit? Sebab emas dan perak adalah wang yang paling stabil di dunia dan
tak pernah mengalami insflasi. Kerana itulah pada zaman Rasulullah s.a.w
seekor kambing harganya 1 Dinar, dan sehingga hari ini harga kambing masih lagi
1 Dinar seekor.
Jadi
jangan hairan mengapa kita rasa tak pernah cukup dengan rezeki yang kita dapat.
Masa gaji kita RM1000/bln kita rasa tak cukup. Kita kerja dengan lebih gigih
sampai dapat gaji RM2500/bln tetapi tetap tak cukup. Kita lipat gandakan usaha
sampai dapat gaji RM5000/bln tapi tetap juga tak cukup-cukup. Hakikatnya, Gaji RM5000
yang kita peroleh sekarang sama jer dengan gaji RM1000 pada 9 tahun yang lalu.
Itu belum lagi termasuk nilai 'cinta dunia' yang diterapkan oleh mereka
dalam memberikan definasi baru kepada 'kehidupan yang lebih sempurna' yang jauh
dari yang dianjurkan oleh islam dari segi kebendaan, cara hidup, fesyen dan
sebagainya membuatkan kita sentiasa merasa apa yang diusahakan tak pernah
cukup.
Dalam
sistem kapitalis, para pekerja semakin bergantung kepada pihak kapitalis yang
memiliki cara-cara pengeluaran seperti kilang-kilang dan pejabat-pejebat. Ia
menjadi semakin mustahil bagi pekerja untuk hidup secara bebas daripada
kapitalisme. Jika dia bekerja, dia menjadi ibarat sebuah jentera; jika dia
tidak bekerja, dia akan hidup dalam kemiskinan.
Morpheus: What is the Matrix? Control. The
Matrix is a computer-generated dream world built to keep us under control in
order to change a human being into this. [holds up a Duracell battery]
Neo: No, I don't believe it. It's not possible.
Morpheus: I didn't say it would be easy, Neo. I just said it would be the truth.
Neo: No, I don't believe it. It's not possible.
Morpheus: I didn't say it would be easy, Neo. I just said it would be the truth.
Kita
sering disudikan dengan penyataan "Dunia dan akhirat kenalah
seimbang... kalau kejar akhirat jer tapi dunia tak, tak boleh juga. kalau duduk
atas tikar sembahyang jer tapi tak kerja, macamana nak bagi anak bini
makan?". Tapi cuba tanya adakah benar usaha kita 'seimbang' antara
menyediakan bekal untuk dunia dan bekal untuk akhirat? Jika kita hendak bercuti
ke 2 tempat;
- Tempat A kita nak duduk 1 hari
- Tempat B kita nak duduk 2 minggu.
Agak-agak
baper lai baju yang kita bawak untuk ke tempat A dan baper beg pulak kita nak
packing untuk ke tempat B? Jika untuk ke dua-dua tempat kita peruntukkan RM500
untuk belanja adakah itu 'seimbang'? Apatah lagi jika bekal untuk dibawa ke
tempat A lebih dari untuk ketempat B kan pelik bunyinya? Sedangkan Rasulullah
s.a.w mengibaratkan kehidupan di dunia hanyalah umpama air yang membasahi jari
setelah dicelupkan kelautan sebaliknya air laut yang lainnya itulah akhirat.
Jika kita benar-benar faham ini, barulah kita tidak melabelkan orang yang
sembahyang sampai pecah-pecah tumit kaki dan lebam-lebam kepala sebagai
'fanatik'.
Dalam
surah Yunus ayat ke-45 Allah befirman: "Dan (ingatlah) masa Tuhan himpunkan
mereka (pada hari kiamat kelak), dengan keadaan mereka merasai seolah-olah
mereka tidak tinggal di dunia melainkan sekadar satu saat sahaja dari siang
hari."
Kita risaukan anak kita mewarisi kefakiran kita di masa akan datang lantas dengan itu kita berusaha bagai nak gila dalam menyiapkan mereka dengan ilmu dunia supaya suatu hari nanti mereka boleh menjadi seorang yang berpendidikan tinggi yang boleh memiliki pekerjaan bergaji besar seperti doktor, jurutera, dan sebagainya. Biar terpaksa berhutang berpuluh-puluh ribu dengan kerajaan. Kerisauan yang melampaui kerisauan kita dalam menyediakan anak-anak kita dengan bekalan yang cukup untuk dia kembali kepada penciptanya kelak yakni Allah s.w.t
Kita risaukan anak kita mewarisi kefakiran kita di masa akan datang lantas dengan itu kita berusaha bagai nak gila dalam menyiapkan mereka dengan ilmu dunia supaya suatu hari nanti mereka boleh menjadi seorang yang berpendidikan tinggi yang boleh memiliki pekerjaan bergaji besar seperti doktor, jurutera, dan sebagainya. Biar terpaksa berhutang berpuluh-puluh ribu dengan kerajaan. Kerisauan yang melampaui kerisauan kita dalam menyediakan anak-anak kita dengan bekalan yang cukup untuk dia kembali kepada penciptanya kelak yakni Allah s.w.t
Kapitalis akan dibela oleh orang Islam sendiri
Dalam
zaman ini jika seorang ayah mengeluarkan pendapat "Saya cadang bila
anak saya genap je umur 7 tahun, saya nak masukkan dia ke pondok tahfiz
jer..." pasti ia akan dipandang 'slack' oleh masyarakat. Bukan oleh
orang yahudi, bukan oleh orang kafir, tetapi dari ahli keluarganya dan saudara
seagamanya sendiri. Kerana mereka telah terkesan dengan sistem kapitalis yang
telah menjajah minda mereka sehingga merasakan jaminan Allah itu tak sehebat
jaminan keputusan peperiksaan SPM yang cemerlang. Si ayah ini pasti dilabelkan
sebagai kolot, tak berakal, tak waras, malah pasti ada yang melabelkan dia
sebagai seorang ayah yang kejam kerana 'menggadaikan' masa depan anaknya. Dan
bila dia menyatakan begitu, pasti akan dikatakan yang dia menolak dunia.
Kita
amalkan ayat seribu dinar. Kita gantung ayat seribu dinar pada premis dan dalam
rumah kita tapi kita tak faham yang sebenarnya ayat tersebut mengajar tentang
taqwa dan tawakkal. Kita kata kita yakin dengan janji Allah dalam ayat
tersebut yang mana 'Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Allah
akan lepaskan ia dari masalah hidup Dan diberikannya rezeki dari sumber yang
tidak diduga.' tetapi hakikatnya kita tetap mengatakan "Kalau tak
sekolah, tak tak amik SPM, tak masuk university, nanti nak kerja apa? Camana
nanti nak survive?"
Dan pada
Abu Hurairah r.a. katanya:
Aku mendengar RasuIullah saw. bersabda,
"Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat dahulu". Sahabat bertanya, "Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?" Nabi saw. menjawab, "Penyakit-penyakit itu ialah terlalu banyak seronok, terlalu mewah, menghimpun harta sebanyak mungkin, tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, saling memarahi, hasut menghasut sehingga jadi zalim menzalim".
H.R. Hakim
Aku mendengar RasuIullah saw. bersabda,
"Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat dahulu". Sahabat bertanya, "Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?" Nabi saw. menjawab, "Penyakit-penyakit itu ialah terlalu banyak seronok, terlalu mewah, menghimpun harta sebanyak mungkin, tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, saling memarahi, hasut menghasut sehingga jadi zalim menzalim".
H.R. Hakim
Pendek
kata, kapitalisme melibatkan perubahan asas dalam hubungan-hubungan di antara
manusia, peralatan-peralatan pengeluaran dan bahan-bahan pengeluaran.” Oleh
kerana perubahan-perubahan asas ini, setiap aspek kehidupan manusia telah
diubah. Namun, perubahan- perubahan ini hanya dapat dilaksanakan melalui apa
yang Peter Linebaugh telah menamakan "serangan-serangan perundangan"
pada hujung abad ke-18 untuk memperdayakan kelas pekerja bahawa apa yang mereka
menghasilkan sebenarnya dimiliki oleh pihak kapitalis yang memiliki
kilang-kilang. Menjelang abad ke-19, pekerjaan bergaji telah menggantikan
kesemua bentuk pembayaran yang lain di Eropah dan kini boleh kata diseluruh
dunia.
Jika dilihat pada kasarnya, sistem kapitalisme telah memberikan sumbangan besar kepada tahap ketamadunan manusia seperti kejayaan-kejayaan teknologi seperti kejuruteraan genetik dan dunia Internet lantas menjadikan sistem kapitalis sebuah sistem sempurna, yang tidak lagi dapat diubahkan. Kerana itulah ia akan di bela oleh orang Islam itu sendiri dan jika ada orang yang menentangnya maka dia akan dikatakan gila.
Jika dilihat pada kasarnya, sistem kapitalisme telah memberikan sumbangan besar kepada tahap ketamadunan manusia seperti kejayaan-kejayaan teknologi seperti kejuruteraan genetik dan dunia Internet lantas menjadikan sistem kapitalis sebuah sistem sempurna, yang tidak lagi dapat diubahkan. Kerana itulah ia akan di bela oleh orang Islam itu sendiri dan jika ada orang yang menentangnya maka dia akan dikatakan gila.
Apa
pilihan yang kita ada? Sukar untuk saya sendiri jawab. Cuma, seperti yang
dikatakan oleh Sheikh Imran Hosein sekurang-kurangnya masih ada dalam hati-hati
kita kesedaran untuk bertaubat dan mengaku "Sesungguhnya kita telah
melakukan dosa (tanpa sengaja atau tanpa punya pilihan) kita kena taubat dan
banyak beristighfar dan kita perlu berusaha sedaya mungkin untuk keluar dari
belenggu riba' ini secepat mungkin" mungkin itu lebih baik dari kita
langsung tidak menyedarinya apatah lagi membelanya pula.
Kita
berdoa agar Allah s.w.t melihat kita dengan pandangan belas kasihan membantu
kita dalam usaha pencarian bagi memahami perkara ini dan melihat kita dengan
belas kasihan terhadap kita dan mengampunkan kita terhadap apa yang telah kita
lakukan sebelum ini dan melihat kita dengan belas dan membantu kita dalam usaha
untuk bebas dari fitnah-fitnah Dajjal ini.
Saturday, 7 January 2012
Ibrah : Gagak La !
In the name of Allah..
Ilham.. Bukan senang diperolehi. Bagi hambe, untuk perolehinya kita perlukan membaca.. Maka benarlah kata Murabbi hambe, masalah ahli jemaah ialah tidak membaca! Sudah kena tamrin, diberi lagi pengisian, duduk sebulat lagi dengan ahli usrah.. Tapi, disebabkan tiada ilmu, kita berasa tercenggang setiap kali apa yang di terima dalam majlis ilmu.
Bajet banyak ilmu ar..
Setakat dengar ceramah Ustaz Azhar Idrus jer mana cukup..
Setiap kalihambe bersama dalam majlis ilmu, pasti saja akan kedengaran mulut-mulut yang menembak terpedo kearah penceramah. Memang kita disarankan untuk bertanya, tapi kan, mahu kah kita di samakan dengan budak-budak ??
"Ayah , tu burung ape ?" tanya seorang anak kecil.
"Burung gagak" jawab ayahnya.
"Burung ape?"
"Burung gagak anakku"
"Burung ape ?"
"Burung gagak intan payungku"
Si anak kecil tadi, terus kebingungan. Tanyanya lagi, "Burung ape ?"
"Burung gagak la ! , burung gagak sayang !" jawab keras ayahnya.
"Dah senyap." Terkelu sebentar anak kecil tadi. Dia terus beredar.
Dengan ketiadaan ilmu, si anak kecil itu terus menerima sahaja ilmu dari bapanya, bahwa burung itu ialah burung Gagak Anakku, nama lain burung tu jugak, Gagak Intan Payungku.
....
Setelah beberapa hari kemudian, si anak kecil itu membelek-belek buku kamus bergambar yang dibeli oleh ibunya.
"Nah, baca buku ini. Ada banyak gambar didalamnya." kata si ibu.
"Wah, manyaknyer gambar. Cume ade kaler. Cantik cantik."
Pada bahagian gambar burung, si anak kecil terlihat burung gagak. Dia bertanya pada ibunya,
"Ibu ini burung Gagak Anakku kan ? "
"Bukan lah "
"Eh yeke. Haa, burung Gagak Intan Payungku kan ? "
"Gila sih kamu ! Itu burung Gagak la !"
Dengan marahnya, si anak terus menghukum ayahnya..
"Ayah salah, ni burung Gagak La la ayah !"
Ayahnya hanya tersenyum :) Pandai anakku.
Didalam kelas, semasa ketiadaan guru.
"Kawan2, ni ialah burung Gagak La. Mari kita mengeja bersama-sama. G.A.G.A.K L.A. Gagak La."
Kawan-kawan si anak kecil itu terus turut serta mengeja Gagak La.
Begitulah, lanjutan kisah ini sehingga ke alam dewasa. Kesilapan yang tidak disedari, semua orang boleh jadi salah faham. Entah macam mana la si anak kecil itu tadi.
Jadi, sahabat-sahabat sekalian. Hambe harapkan, semua dapat mengambil ibrah dari kisah ini. Aduyai, tension tul nak buat cerpen nih. Inilah akibatnya kalau kita tidak membaca !
Begitulah juga dalam berjemaah. Jangan taklid.
Wallahu alam
Ilham.. Bukan senang diperolehi. Bagi hambe, untuk perolehinya kita perlukan membaca.. Maka benarlah kata Murabbi hambe, masalah ahli jemaah ialah tidak membaca! Sudah kena tamrin, diberi lagi pengisian, duduk sebulat lagi dengan ahli usrah.. Tapi, disebabkan tiada ilmu, kita berasa tercenggang setiap kali apa yang di terima dalam majlis ilmu.
Bajet banyak ilmu ar..
Setakat dengar ceramah Ustaz Azhar Idrus jer mana cukup..
Setiap kalihambe bersama dalam majlis ilmu, pasti saja akan kedengaran mulut-mulut yang menembak terpedo kearah penceramah. Memang kita disarankan untuk bertanya, tapi kan, mahu kah kita di samakan dengan budak-budak ??
"Ayah , tu burung ape ?" tanya seorang anak kecil.
"Burung gagak" jawab ayahnya.
"Burung ape?"
"Burung gagak anakku"
"Burung ape ?"
"Burung gagak intan payungku"
Si anak kecil tadi, terus kebingungan. Tanyanya lagi, "Burung ape ?"
"Burung gagak la ! , burung gagak sayang !" jawab keras ayahnya.
"Dah senyap." Terkelu sebentar anak kecil tadi. Dia terus beredar.
Dengan ketiadaan ilmu, si anak kecil itu terus menerima sahaja ilmu dari bapanya, bahwa burung itu ialah burung Gagak Anakku, nama lain burung tu jugak, Gagak Intan Payungku.
....
Setelah beberapa hari kemudian, si anak kecil itu membelek-belek buku kamus bergambar yang dibeli oleh ibunya.
"Nah, baca buku ini. Ada banyak gambar didalamnya." kata si ibu.
"Wah, manyaknyer gambar. Cume ade kaler. Cantik cantik."
Pada bahagian gambar burung, si anak kecil terlihat burung gagak. Dia bertanya pada ibunya,
"Ibu ini burung Gagak Anakku kan ? "
"Bukan lah "
"Eh yeke. Haa, burung Gagak Intan Payungku kan ? "
"Gila sih kamu ! Itu burung Gagak la !"
Dengan marahnya, si anak terus menghukum ayahnya..
"Ayah salah, ni burung Gagak La la ayah !"
Ayahnya hanya tersenyum :) Pandai anakku.
Didalam kelas, semasa ketiadaan guru.
"Kawan2, ni ialah burung Gagak La. Mari kita mengeja bersama-sama. G.A.G.A.K L.A. Gagak La."
Kawan-kawan si anak kecil itu terus turut serta mengeja Gagak La.
Begitulah, lanjutan kisah ini sehingga ke alam dewasa. Kesilapan yang tidak disedari, semua orang boleh jadi salah faham. Entah macam mana la si anak kecil itu tadi.
Jadi, sahabat-sahabat sekalian. Hambe harapkan, semua dapat mengambil ibrah dari kisah ini. Aduyai, tension tul nak buat cerpen nih. Inilah akibatnya kalau kita tidak membaca !
Begitulah juga dalam berjemaah. Jangan taklid.
Wallahu alam
Saturday, 10 December 2011
Ibrah : Pemuda Yang Tua..
Mata menumpu tepat ke arah cermin. Hambe meneliti sebuah cermin yang selalu hambe tiliki sejak dari umurku kecil lagi. Suatu perkara yang sangat aneh!! Cermin yang sepatutnya mengeluarkan imej sebenar.
Tiba-tiba, hambe terkejut. Sedangkan, hambe tidak pernah pun berbuat suatu yang tidak sepatutnya pada cermin tersebut. Hambe perhati dari atas kebawah... kemudian dari bawah ke atas... Sangat aneh.. Aneh nya , bila hambe melihat cermin tersebut tidak mengeluarkan imej Kepala hambe... MasyaALLAH, dimana imej kepala hambe?? Cermin ni tipu ape??
Ketahuilah, sahabat-sahabatku sekalian. Kuasa Allah sangat Agung. Selama ini, aku mampu melihat imej kepala ku di cermin, tapi kini... imej kepala telah hilang !!
Hambe renung kembali.. Rupa-rupanya, hambe baru sedar, bahawa umurku telah meningkat remaja. Patut la.... dah tinggi(senyum)
So, the point 4 today is Remaja/Pemuda .
Kalau BA, AsSyabab.
Jika BI, Youth.
Maka BC,Qīng shàonián.
Ibraf Cafe sukacita , secara ringkasnya, ingin menceritakan sebuah kisah seorang tokoh Intelektual. Beliau diberi nama Saad Bin Mirza. Dengan membawa gelaran yang cukup terkenal di Turki, Badi'uzzaman Sa'id Nursi. Beliau dilahirkan pada tahun 1876 di Nurs, Khizan, Turki. Ibu bapa beliau berketurunan Kurdis dan berasal drpd salasilah Ahl Bayt.
Mungkin nama beliau kurang dikenali, INsyaALLAH, pada hari ini, medan blog Ibrah Cafe akan mengisahkan lebih lanjut.
Gelaran Badi'uzzaman diberikan kepada beliau oleh gurunya yg bernama Syeikh Fathu'llah. Ia bermksud Keunggulan Zaman.Namun, beliau tidak mahu menerima gelaran itu kerana merasakan masih belum layak dengan gelaran itu. Mana tidaknya, gelaran yang diberi bukanlah semacamBapa Kemerdekaan, Bapa Pembangunan, Bapa Kesatuan dan segala jenis Bapa yang ada atas muka bumi. Tetapi, kepadatan ilmu yang ada pada diri beliau itu.... Bahkan dicurahnya pula umpama tsunami menyirami bumi kontang.
Tentang pendidikan beliau.. Pada umur 9 tahun, Sa'ad al-Nursi mula mencari ilmu pengetahuan ke luar kawasan tempat tinggalnya. Beliau mempelajari dan menguasai ilmu-ilmu yang ada pada kitab-kitab muktabar seperti , Jam' al-Jawami, Sharh al-Mawaqif, dan Ibn Hajar. Minat beliau dalam bidang ilmu ini bermula apabila beliau ikut serta dalam majlis-majlis ilmu yang dibuat dirumah bapanya. Disitu beliau mula mendapat pendedahan awal dalam proses pembentukan mindanya.
Gelaran Ulama Muda yg hebat pernah dinobatkan padadiri beliau. Sa'idal-Nursi pernah dipelawa oleh Gabenor Bitlis yang bernama Umar Basha supaya tinggal bersamanya.Beliau menetap disitu hanya 2 tahun , tapi sudah berjaya menghafal kitab-kitab seperti al-Matali, al-Mawaqif dan al-Mirqat. Selain itu, Sa'id al-Nursi berjaya mempelajari dan menguasai ilmu kalam, mantik, nahu, tafsir, hadis dan fiqah.
Alam kerjaya... Pada tahun1879, umur 21 tahun, Beliau dilantk menjadi Ulama oleh Gabenor Hasan Basha . Namun, beliau merasakan diri beliau belum cukup mendalami ilmu-ilmu moden. Akhirnya, beliau mengambil keputusan mempelajari bidang sains seperti fizik, kimia, biologi, astronomi dan ilmu kaji bumi.
Bagi memantapkan lagi diri dengan keseluruhan ilmu, beliau tidak ketinggalan mempelajari ilmu geografi, falsafah moden, sejarah dan matematik. Kepakaran beliau dalam cabang-cabang ilmu itu akhirnya mlayakkan beliau dengan gelaran Badi'uzzaman. Kali ini Sa'idal-Nursi menerima gelaran itu. Bagi beliau, ilmu sains dan ilmu agama tidak dapat dipisahkan.
Berbekalkan kesedaran betapa perlunya dilakukan perubahan kepada sistem pendidikan yang sedia ada, Sa'id al-Nursi pergi ke Istanbul bagi menubuhkan sekolah Islam Moden yang dinamakan Madrasah al-Zahra. Sukatan pelajarannya diambil daripada al-Azhar, Mesir. Usaha beliau dalam meningkatkan taraf pendidikan diteruskan dengan usaha membina universiti di Anatolia,Istanbul. Namun, usaha itu gagal apabila tercetusnya Perang Dunia Pertama. Dari situ beliau mula membuat reformasi sistem pendidikan. Beliau mahu ilmu agama dan ilmu moden pada masa itu dipelajari dengan sama penting.
SO, dalam usia yang muda ini, beliau sanggup memperjuangkan hak ilmu yang sepatutnya dimliki oleh orang Islam. Sikap beliau juga sangat matang. Mampu menguasai segala ilmu . Fikiran masyarakat sekarang lebih melihatkan kepada ilmu agama hanya untuk orang tua-tua, dan ilmu moden hanya untuk mereka yang muda-muda. Tanggapan yang sangat tidak masuk akal.
Antara kata-kata beliau :
"Sebaik-baik pemuda di kalangan kamu adalah mereka yang
menyerupai orang tua,
dan seburuk-buruk orang tua adalah mereka yang
menyerupai orang muda"
Karya beliau, Tafsir Rasa'il al-Nur adalah tulisannya yang terkenal dan dapat pengiktirafan daripada ulama terkenal. Tafsir Rasa'il al-Nur adalah tafsir Quran.
Karyanya ini membincangkan beberapa ilmu seperti ilmu hadis,falsafah, ilmu kalam, dan tasawwuf. Disamping mendapat sambungat yang hangat, Tafsir Rasa'il al-Nur diterjemahkan ke dalam beberapa jenis bahasa. Selain daripada bahasa Inggeris dan Arab, karya ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu, Rumania, Bulgaria, Parsi, Kurdi, Urdu, India , Jerman, Itali, Perancis, Rusia dan beberapa bahasa lain di Asia Tengah.
Beliau meninggal pada 23 Mac 1960 di Urfa.
Secara ibrahnya, pertama, dengan melihat cermin, mampu menyedarkan kita bahawa kita sedang meningkat umur.
Kedua, tokoh diatas bukti menunjukkan betapa pentingnya penguasaan ilmu. Sebab itu kita disarankan supaya belajar bukan sahaja didalam bilik kuliyah. Tetapi dimerata tempat. Ilmu itu hak orang mukmin, ambillah sebanyak mana yang kamu mahu. Nak sikit, dapat la yang sikit tu.
Dan beginilah, hambe mengkaitkan tajuk hari ini. Pemuda Yang Tua!. Oleh hal yg demikian, kita akan dilihat seperti orang yang banyak ilmu. Macam Sa'id al-Nursi tadi. Akan tetapi, bukannya bermaksud pemuda yang tua itu dari segi KEKUATAN, tapi KEPERILAKUAN.
Waallahua'alam..
p/s maaf andai terkasar bahasa. Hanya mainan bahasa semata-mata. Yang penting, IBRAH....
Tiba-tiba, hambe terkejut. Sedangkan, hambe tidak pernah pun berbuat suatu yang tidak sepatutnya pada cermin tersebut. Hambe perhati dari atas kebawah... kemudian dari bawah ke atas... Sangat aneh.. Aneh nya , bila hambe melihat cermin tersebut tidak mengeluarkan imej Kepala hambe... MasyaALLAH, dimana imej kepala hambe?? Cermin ni tipu ape??
Ketahuilah, sahabat-sahabatku sekalian. Kuasa Allah sangat Agung. Selama ini, aku mampu melihat imej kepala ku di cermin, tapi kini... imej kepala telah hilang !!
Hambe renung kembali.. Rupa-rupanya, hambe baru sedar, bahawa umurku telah meningkat remaja. Patut la.... dah tinggi(senyum)
So, the point 4 today is Remaja/Pemuda .
Kalau BA, AsSyabab.
Jika BI, Youth.
Maka BC,Qīng shàonián.
Ibraf Cafe sukacita , secara ringkasnya, ingin menceritakan sebuah kisah seorang tokoh Intelektual. Beliau diberi nama Saad Bin Mirza. Dengan membawa gelaran yang cukup terkenal di Turki, Badi'uzzaman Sa'id Nursi. Beliau dilahirkan pada tahun 1876 di Nurs, Khizan, Turki. Ibu bapa beliau berketurunan Kurdis dan berasal drpd salasilah Ahl Bayt.
Mungkin nama beliau kurang dikenali, INsyaALLAH, pada hari ini, medan blog Ibrah Cafe akan mengisahkan lebih lanjut.
Gelaran Badi'uzzaman diberikan kepada beliau oleh gurunya yg bernama Syeikh Fathu'llah. Ia bermksud Keunggulan Zaman.Namun, beliau tidak mahu menerima gelaran itu kerana merasakan masih belum layak dengan gelaran itu. Mana tidaknya, gelaran yang diberi bukanlah semacam
Tentang pendidikan beliau.. Pada umur 9 tahun, Sa'ad al-Nursi mula mencari ilmu pengetahuan ke luar kawasan tempat tinggalnya. Beliau mempelajari dan menguasai ilmu-ilmu yang ada pada kitab-kitab muktabar seperti , Jam' al-Jawami, Sharh al-Mawaqif, dan Ibn Hajar. Minat beliau dalam bidang ilmu ini bermula apabila beliau ikut serta dalam majlis-majlis ilmu yang dibuat dirumah bapanya. Disitu beliau mula mendapat pendedahan awal dalam proses pembentukan mindanya.
Gelaran Ulama Muda yg hebat pernah dinobatkan padadiri beliau. Sa'idal-Nursi pernah dipelawa oleh Gabenor Bitlis yang bernama Umar Basha supaya tinggal bersamanya.Beliau menetap disitu hanya 2 tahun , tapi sudah berjaya menghafal kitab-kitab seperti al-Matali, al-Mawaqif dan al-Mirqat. Selain itu, Sa'id al-Nursi berjaya mempelajari dan menguasai ilmu kalam, mantik, nahu, tafsir, hadis dan fiqah.
Alam kerjaya... Pada tahun1879, umur 21 tahun, Beliau dilantk menjadi Ulama oleh Gabenor Hasan Basha . Namun, beliau merasakan diri beliau belum cukup mendalami ilmu-ilmu moden. Akhirnya, beliau mengambil keputusan mempelajari bidang sains seperti fizik, kimia, biologi, astronomi dan ilmu kaji bumi.
Bagi memantapkan lagi diri dengan keseluruhan ilmu, beliau tidak ketinggalan mempelajari ilmu geografi, falsafah moden, sejarah dan matematik. Kepakaran beliau dalam cabang-cabang ilmu itu akhirnya mlayakkan beliau dengan gelaran Badi'uzzaman. Kali ini Sa'idal-Nursi menerima gelaran itu. Bagi beliau, ilmu sains dan ilmu agama tidak dapat dipisahkan.
Berbekalkan kesedaran betapa perlunya dilakukan perubahan kepada sistem pendidikan yang sedia ada, Sa'id al-Nursi pergi ke Istanbul bagi menubuhkan sekolah Islam Moden yang dinamakan Madrasah al-Zahra. Sukatan pelajarannya diambil daripada al-Azhar, Mesir. Usaha beliau dalam meningkatkan taraf pendidikan diteruskan dengan usaha membina universiti di Anatolia,Istanbul. Namun, usaha itu gagal apabila tercetusnya Perang Dunia Pertama. Dari situ beliau mula membuat reformasi sistem pendidikan. Beliau mahu ilmu agama dan ilmu moden pada masa itu dipelajari dengan sama penting.
SO, dalam usia yang muda ini, beliau sanggup memperjuangkan hak ilmu yang sepatutnya dimliki oleh orang Islam. Sikap beliau juga sangat matang. Mampu menguasai segala ilmu . Fikiran masyarakat sekarang lebih melihatkan kepada ilmu agama hanya untuk orang tua-tua, dan ilmu moden hanya untuk mereka yang muda-muda. Tanggapan yang sangat tidak masuk akal.
Antara kata-kata beliau :
"Sebaik-baik pemuda di kalangan kamu adalah mereka yang
menyerupai orang tua,
dan seburuk-buruk orang tua adalah mereka yang
menyerupai orang muda"
Karya beliau, Tafsir Rasa'il al-Nur adalah tulisannya yang terkenal dan dapat pengiktirafan daripada ulama terkenal. Tafsir Rasa'il al-Nur adalah tafsir Quran.
Karyanya ini membincangkan beberapa ilmu seperti ilmu hadis,falsafah, ilmu kalam, dan tasawwuf. Disamping mendapat sambungat yang hangat, Tafsir Rasa'il al-Nur diterjemahkan ke dalam beberapa jenis bahasa. Selain daripada bahasa Inggeris dan Arab, karya ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu, Rumania, Bulgaria, Parsi, Kurdi, Urdu, India , Jerman, Itali, Perancis, Rusia dan beberapa bahasa lain di Asia Tengah.
Beliau meninggal pada 23 Mac 1960 di Urfa.
Secara ibrahnya, pertama, dengan melihat cermin, mampu menyedarkan kita bahawa kita sedang meningkat umur.
Kedua, tokoh diatas bukti menunjukkan betapa pentingnya penguasaan ilmu. Sebab itu kita disarankan supaya belajar bukan sahaja didalam bilik kuliyah. Tetapi dimerata tempat. Ilmu itu hak orang mukmin, ambillah sebanyak mana yang kamu mahu. Nak sikit, dapat la yang sikit tu.
Dan beginilah, hambe mengkaitkan tajuk hari ini. Pemuda Yang Tua!. Oleh hal yg demikian, kita akan dilihat seperti orang yang banyak ilmu. Macam Sa'id al-Nursi tadi. Akan tetapi, bukannya bermaksud pemuda yang tua itu dari segi KEKUATAN, tapi KEPERILAKUAN.
Waallahua'alam..
p/s maaf andai terkasar bahasa. Hanya mainan bahasa semata-mata. Yang penting, IBRAH....
Tuesday, 29 November 2011
Ibrah : Doktor Politik !
Menikmati udara segar di pagi hari. Terdengar kicauan burung-burung. Dibuka langsir, merasai kehangatan suam-suam panas mentari di pagi hari. Hari yang ceria, hambe mengulumkan senyuman kepada rakan sebilik.
Dengan pantas, hambe menjerit !
" Woooi, bangun.. Subuh dah lepas ar!! "
Tanpa menghiraukan air liur di mulut, dia terus ke bilik air untuk mengambil wudhu'. MasyaALLAH, sungguh membahayakan. Mana tidak nya. Kalau secara tiba-tiba malikil maut datang menjemput. Subuh yang tidak dilangsaikan. Menyesal seketika. Muhasabah buat kami berdua.
*p/s Hambe dah solat subuh sebelum kejut rakan sebilik..
So, sama-sama kita mengambil pengajaran daripada peristiwa tadi. Bahaya. Bahaya.
Jadi , Ibrah Cafe hari ini secara santainya. Memberi sedikit kisah buat pembaca semua. Membawa tajuk "DOKTOR POLITIK".
Sebelum itu, soal diri kita. Kenapa? Siapa? Bila? Dimana?
Melalui soalan. InsyaALLAH, kita akan mula menimbulkan rasa ingin tahu isi kandungannya.
Sebagai pelajar atau mahasiswa sekalipun, cara bertanyakan diri sendiri ini mampu menjadikan kita lebih cakna. Cakna bermaksud ambil berat. Cakna dengan setiap madah dimana jua, walaupun didalam kelas. Misalnya, dalam program kepimpinan, ceramah , dan sebagainya. Adapun, dengan keluarga juga kita perlu praktikkan cara ini. Secara tidak langsung, hubungan kekeluargaan akan terjalin dengan erat serta-merta dan lebih kokoh.Ibrah daripada kaedah bertanyakan diri sendiri sangat jelas disini.
Siapa? Empunya gelaran ini adalah seorang yang tidak asing bagi kita sebagai rakyat Malaysia. Beliau layak diberi anugerah sebagai tokoh politik. Nama penuh beliau ialah Burhanuddin bin Ungku Muhammad Nor. Beliau dilahirkan pada bulan Ogos 1911 di Changkat Tualang , Perak. Nikmat yang melimpah ruah oleh kerana ibu bapa beliau sangat berpegang teguh kepada agama Islam dan terdiri daripada golongan atasan. Orang senang jugak la Burhanuddin Helmy ni.
Sebelum hambe menceritakan kisah beliau. Hambe ingin menyingkap kembali kisah disebalik panggilan 'al-Helmy' bermula apabila rakan-rakan bapanya memanggil nama bapanya dengan Abi Halim. Kenapa? Hal ini adalah disebabkan oleh sikap Haji Muhammad Nor yang tidak materialistik dan kemewahan. Beliau suka senyum dan tidak mudah marah. Lama kelamaan nama Abi Halim ditukar menjadi al-Helmy yang bermaksud, 'orang yang tidak pemarah'. Burhanuddin kemudian menggunakan panggilan al-Helmy ini pada hujung namanya. Transformasi nama menjadi lebih comel .
Kisah pendidikan beliau sangat panjang. Jadi, hambe mengambil alternatif dengan mengambil point yang dirasakan penting. Senarai sekolah secara formal:
-Sekolah Behrang Ulu, Tanjung Malim.
-Sekolah Melayu Bakap.
-Sekolah Agama Sungai Jambu, Sumatera Barat.
-Pondok Pulau Pisang, Jitra Kedah.
-Madrasah Al Masyhur Al Islamiah, Pulau Pinang.
-Bidang homeopati di Ismaeliah Medical College, New Delhi.
Beliau belajar di India dengan mendapat biasiswa daripada hartawan India Muslim Pulau Pinang. Beliau juga anak melayu pertama yang mempunyai ijazah kedoktoran dalam bidang homeopati. Daripada senarai sekolah tadi, mungkin ada segelintir daripada pembaca yang pernah/sedang menjadi junior sekolah kepada Burhanuddin Helmy. Untunglah bagi mereka yang terlibat. Barangkali rahmat dan keberkatan ilmu beliau berada disitu kekal selamanya.
Tahukah anda? Sebelum beliau pulang ke tanah air, beliau pernah ke Palestin pada tahun 1935. Semasa di Palestin beliau bersama perjuangan rakyat Palestin dalam menentang Deklarasi Belfour yang dikemukakan oleh pihak British bagi menubuhkan negara Israel. Akibatnya, beliau ditahan beberapa bulan disana. Tertunda sebentar buat beliau untuk pulang ke tanah air tercinta. Namun tidak ada sedikit pun semangat beliau luntur untuk terus berjihad dan berjuang demi Islam. Ini baru sahaja mengenai kisah beliau semasa berada dimusim pembelajaran.
Seterusnya, hambe akan menyentuh mengenai keperibadian Sufi Haraki ini.
Gelaran 'al-Helmy' pada hujung namanya benar-benar mencerminkan keperibadian Burhanuddin iaitu pendiam, bersopan-santun dan penyabar, Beliau mesra bergaul dengan golongan bawahan tanpa prasangka negatif. Malah sikap ini ditonjolkan baik pada seteru politiknya. Walaupun beliau daripada keturunan bangsawan dan bergelar doktor, beliau seorang yang berjiwa rakyat.
Karier politik beliau pula. Pada mulnya, beliau hanya menjadi seorang guru bahsa Arab , dan beliau juga turut aktif dalam gerakan Islam, Jamaatul Islamiah di Singapura. Pada tahun 1937, beliau menerbitkan Taman Bahagia, sebuah akhbar yang secara terang-terangan menentang penjajahan British. Keberanian beliau membuatkan hambe rasa teruja. Tegakkan kebenaran.
Kalau dilihat zaman sekarang, memang jarang sangatlah untuk kita ketemu orang seperti Burhanuddin Helmy. Beliau ditahan polis Cawangan Singapura berikutan kes akhbar beliau itu. Selepas dilepaskan, beliau membuka sebuah klinik homeopati di Singapura.
Burhanuddin Helmy seorang ahli yang aktif dalam Kesatuan Melayu Muda(KMM). Beliau dilantik menjadi Penasihat Adat Istiadat dan Kebudayaan Melayu, satu jawatan tertinggi bagi orang tempatan masa itu.
Menerusi jawatan, beliau dapat membantu melindungi pusat pendidikan Islam yang terkemuka pada masa itu iaitu, Maahad Al Ihya As Syarif, Perak.
Pada tahun 1945, Burhanuddin dan pemimpin2 KMM lain menubuhkan Kesatuan Rakyat Indonesia Semenanjung (KRIS). Untuk apa??
Untuk mengusahakan mendapat kemerdekaan Tanah Melayu dan Indonesias secara serentak. Sebelum TAR lagi, beliau sudah sedar untuk memperjuangkan kemerdekaan. Perasan tidak kita??
Itulah pentingnya kita kaji sejarah..
Malangnya, Jepun terpaksa menyerah kalah kepada kuasa Berikat pada 14 Ogos 1945.Ini menguatkan cengkaman British kembali di Tanah Melayu.
Banyak lagi kisah Burhanuddin Helmy dalam bidang politik ini. DIsamping beliau aktif dalam politik, beliau tidak tinggal bidang kedoktoran serta bidang penulisan. Antara buku beliau adalah ; Sejarah Perubatan, Ugama dan Politik , Falsafah Kebangsaan Melayu , dan Perjuangan Kita.
Jika dilihat kepada peribadi beliau, memang tiada masalah bagi beliau untuk menempuhi semua bidang, malah beliau menggabungkan aspek yang saling menyandar. Tidak mustahil juga buat kita bukan?? Dengan usaha, itulah kunci bagi kita.
Pemikiran beliau juga banyak mencorakkan politik Tanah Melayu terutamanya perjuangan yang berteraskan kemerdekaan tanah air, Islam dan bangsa Melayu. Antara bait-bait katanya yang terkenal adalah:
Nampak Ibrahnya disitu. Betapa pentingnya bidang politik yang digabungkan dengan bidang kedoktoran. Jadi, bagi mahasiswa pula, politik bermaksud pengurusan. Politik memang menjadi dasar dalam kehidupan kita. Lagi comel politik itu, jika dicombine kan dengan Islam.
Akhir kata, hambe harap sebarang respons silalah komen.
Anda rasa anda waras, buatlah cara waras.
Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalam..
Dengan pantas, hambe menjerit !
" Woooi, bangun.. Subuh dah lepas ar!! "
Tanpa menghiraukan air liur di mulut, dia terus ke bilik air untuk mengambil wudhu'. MasyaALLAH, sungguh membahayakan. Mana tidak nya. Kalau secara tiba-tiba malikil maut datang menjemput. Subuh yang tidak dilangsaikan. Menyesal seketika. Muhasabah buat kami berdua.
*p/s Hambe dah solat subuh sebelum kejut rakan sebilik..
So, sama-sama kita mengambil pengajaran daripada peristiwa tadi. Bahaya. Bahaya.
Jadi , Ibrah Cafe hari ini secara santainya. Memberi sedikit kisah buat pembaca semua. Membawa tajuk "DOKTOR POLITIK".
Sebelum itu, soal diri kita. Kenapa? Siapa? Bila? Dimana?
Melalui soalan. InsyaALLAH, kita akan mula menimbulkan rasa ingin tahu isi kandungannya.
Sebagai pelajar atau mahasiswa sekalipun, cara bertanyakan diri sendiri ini mampu menjadikan kita lebih cakna. Cakna bermaksud ambil berat. Cakna dengan setiap madah dimana jua, walaupun didalam kelas. Misalnya, dalam program kepimpinan, ceramah , dan sebagainya. Adapun, dengan keluarga juga kita perlu praktikkan cara ini. Secara tidak langsung, hubungan kekeluargaan akan terjalin dengan erat serta-merta dan lebih kokoh.Ibrah daripada kaedah bertanyakan diri sendiri sangat jelas disini.
Siapa? Empunya gelaran ini adalah seorang yang tidak asing bagi kita sebagai rakyat Malaysia. Beliau layak diberi anugerah sebagai tokoh politik. Nama penuh beliau ialah Burhanuddin bin Ungku Muhammad Nor. Beliau dilahirkan pada bulan Ogos 1911 di Changkat Tualang , Perak. Nikmat yang melimpah ruah oleh kerana ibu bapa beliau sangat berpegang teguh kepada agama Islam dan terdiri daripada golongan atasan. Orang senang jugak la Burhanuddin Helmy ni.
Sebelum hambe menceritakan kisah beliau. Hambe ingin menyingkap kembali kisah disebalik panggilan 'al-Helmy' bermula apabila rakan-rakan bapanya memanggil nama bapanya dengan Abi Halim. Kenapa? Hal ini adalah disebabkan oleh sikap Haji Muhammad Nor yang tidak materialistik dan kemewahan. Beliau suka senyum dan tidak mudah marah. Lama kelamaan nama Abi Halim ditukar menjadi al-Helmy yang bermaksud, 'orang yang tidak pemarah'. Burhanuddin kemudian menggunakan panggilan al-Helmy ini pada hujung namanya. Transformasi nama menjadi lebih comel .
Kisah pendidikan beliau sangat panjang. Jadi, hambe mengambil alternatif dengan mengambil point yang dirasakan penting. Senarai sekolah secara formal:
-Sekolah Behrang Ulu, Tanjung Malim.
-Sekolah Melayu Bakap.
-Sekolah Agama Sungai Jambu, Sumatera Barat.
-Pondok Pulau Pisang, Jitra Kedah.
-Madrasah Al Masyhur Al Islamiah, Pulau Pinang.
-Bidang homeopati di Ismaeliah Medical College, New Delhi.
Beliau belajar di India dengan mendapat biasiswa daripada hartawan India Muslim Pulau Pinang. Beliau juga anak melayu pertama yang mempunyai ijazah kedoktoran dalam bidang homeopati. Daripada senarai sekolah tadi, mungkin ada segelintir daripada pembaca yang pernah/sedang menjadi junior sekolah kepada Burhanuddin Helmy. Untunglah bagi mereka yang terlibat. Barangkali rahmat dan keberkatan ilmu beliau berada disitu kekal selamanya.
Tahukah anda? Sebelum beliau pulang ke tanah air, beliau pernah ke Palestin pada tahun 1935. Semasa di Palestin beliau bersama perjuangan rakyat Palestin dalam menentang Deklarasi Belfour yang dikemukakan oleh pihak British bagi menubuhkan negara Israel. Akibatnya, beliau ditahan beberapa bulan disana. Tertunda sebentar buat beliau untuk pulang ke tanah air tercinta. Namun tidak ada sedikit pun semangat beliau luntur untuk terus berjihad dan berjuang demi Islam. Ini baru sahaja mengenai kisah beliau semasa berada dimusim pembelajaran.
Seterusnya, hambe akan menyentuh mengenai keperibadian Sufi Haraki ini.
Gelaran 'al-Helmy' pada hujung namanya benar-benar mencerminkan keperibadian Burhanuddin iaitu pendiam, bersopan-santun dan penyabar, Beliau mesra bergaul dengan golongan bawahan tanpa prasangka negatif. Malah sikap ini ditonjolkan baik pada seteru politiknya. Walaupun beliau daripada keturunan bangsawan dan bergelar doktor, beliau seorang yang berjiwa rakyat.
Karier politik beliau pula. Pada mulnya, beliau hanya menjadi seorang guru bahsa Arab , dan beliau juga turut aktif dalam gerakan Islam, Jamaatul Islamiah di Singapura. Pada tahun 1937, beliau menerbitkan Taman Bahagia, sebuah akhbar yang secara terang-terangan menentang penjajahan British. Keberanian beliau membuatkan hambe rasa teruja. Tegakkan kebenaran.
Kalau dilihat zaman sekarang, memang jarang sangatlah untuk kita ketemu orang seperti Burhanuddin Helmy. Beliau ditahan polis Cawangan Singapura berikutan kes akhbar beliau itu. Selepas dilepaskan, beliau membuka sebuah klinik homeopati di Singapura.
Burhanuddin Helmy seorang ahli yang aktif dalam Kesatuan Melayu Muda(KMM). Beliau dilantik menjadi Penasihat Adat Istiadat dan Kebudayaan Melayu, satu jawatan tertinggi bagi orang tempatan masa itu.
Menerusi jawatan, beliau dapat membantu melindungi pusat pendidikan Islam yang terkemuka pada masa itu iaitu, Maahad Al Ihya As Syarif, Perak.
Pada tahun 1945, Burhanuddin dan pemimpin2 KMM lain menubuhkan Kesatuan Rakyat Indonesia Semenanjung (KRIS). Untuk apa??
Untuk mengusahakan mendapat kemerdekaan Tanah Melayu dan Indonesias secara serentak. Sebelum TAR lagi, beliau sudah sedar untuk memperjuangkan kemerdekaan. Perasan tidak kita??
Itulah pentingnya kita kaji sejarah..
Malangnya, Jepun terpaksa menyerah kalah kepada kuasa Berikat pada 14 Ogos 1945.Ini menguatkan cengkaman British kembali di Tanah Melayu.
Banyak lagi kisah Burhanuddin Helmy dalam bidang politik ini. DIsamping beliau aktif dalam politik, beliau tidak tinggal bidang kedoktoran serta bidang penulisan. Antara buku beliau adalah ; Sejarah Perubatan, Ugama dan Politik , Falsafah Kebangsaan Melayu , dan Perjuangan Kita.
Jika dilihat kepada peribadi beliau, memang tiada masalah bagi beliau untuk menempuhi semua bidang, malah beliau menggabungkan aspek yang saling menyandar. Tidak mustahil juga buat kita bukan?? Dengan usaha, itulah kunci bagi kita.
Pemikiran beliau juga banyak mencorakkan politik Tanah Melayu terutamanya perjuangan yang berteraskan kemerdekaan tanah air, Islam dan bangsa Melayu. Antara bait-bait katanya yang terkenal adalah:
"Diatas runtuhan kota Melaka,
kita bangunkan jiwa merdeka,
bersatulah Melayu seluruh baka,
membela hak keadilan pusaka..."
Nampak Ibrahnya disitu. Betapa pentingnya bidang politik yang digabungkan dengan bidang kedoktoran. Jadi, bagi mahasiswa pula, politik bermaksud pengurusan. Politik memang menjadi dasar dalam kehidupan kita. Lagi comel politik itu, jika dicombine kan dengan Islam.
Akhir kata, hambe harap sebarang respons silalah komen.
Anda rasa anda waras, buatlah cara waras.
Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalam..
Subscribe to:
Posts (Atom)